HEAD TITLE

Bacalah dengan nurani yang bersih, menulislah dalam kejernihan hati dan fikiran lalu rangkailah persahabatan dengan cinta dan kasih sayang

Kami sangat berterima kasih jika anda berkenan meluangkan sedikit waktu untuk memberikan sekedar komentar

Copy Paste diizinkan, tapi jangal lupa mohon tampilkan source linkback-nya

Cari Blog Ini

Kamis, 08 Juli 2010

SURAT SI UPIK


Untuk Emak dan Bapak tercinta ...

Maafkan upik kalo upik udah lamaaaaaaa tidak tulis surat  untuk emak dan bapak, Upik dan Kak Bobo sekarang dalam keadaan sehat tapi kangeeeeeen sama emak dan bapak, dengan surat ini upik mau cerita banyaaaaaaaaaaaaak banget sama Emak dan Bapak, upik kangeeeen dengan kedamaian disana.

Emak dan Bapak, upik minta maaf dan menangis kalau dalam surat yang upik tulis sekarang tidak lagi upik tulis dengan gembira, karena upik menangis saat menulis surat ini, karena banyak kesedihan dan kepedihan yang harus upik sampaikan kepada emak dan bapak, itulah kenapa upik lamaaa tidak menulis surat kepada emak dan bapak.

Paman Gembul yang bapak minta untuk  menemani dan menjaga kami di perjalanan ,saat ini kurus, sakit-sakitan dan terbaring karena paman Gembul sudah tidak lagi mampu membeli wortel dan sayur, 

Tolong... upik mak,  upik mau bawa paman berobat tapi mahal sekali dan kak Bobo tidak mampu membayar begitupun dengan Coreng  yang sering menangis karena alat-alat tulis tak lagi mampu kami penuhi… Bapak tolong upik dan kak Bobo.

Paman Kikuk sudah tiada, bunuh diri karena  paman sangat kebingungan membeli buku dan biaya sekolah Kak Husin, Kak Husin sering upik lihat di pinggir jalan , dipersimpangan lampu merah dan di emperan jalan, tidak sekolah lagi.. 

mak kasian mak… kasian….upik sedih sekali.

Mak inget sama Bang Unyil,  Kak Usro, dan Pak Raden yang dulu tingal di desa Sukamaju, mereka saat ini  menderita  tidak punya rumah karena desa mereka terendam lumpur …

mak upik takut.. mak..upik takut.

upik pernah datang ke sama kak Bobo untuk ketemu mereka tapi.. Mak,  desa Sukamaju  memang sudah hilang …., satu satunya orang yang kami temui cuma pak ogah yang  masih setia di pos hansip menunggu desanya dibangun.

waktu upik tanya dimana pak Ableng yang baik hati itu kata pak ogah sudah pergi mengadu nasib ke negeri seberang, upik sedih mak.. upik takut pak ableng ditipu orang disana karena upik tahu pak ableng cuma punya bekal kepolosan dan kebaikan hati,  emak tahukan pak ableng yang sering mendongeng untuk upik.

Mak tahukan Kak Tari dan Kak Luna,  upik kasihan melihat  Kak Tari dan Kak Luna, kaka k-kakak itu dulu sering membaca cerita keluarga kita sewaktu kita masih berkumpul  tapi sekarang kakak-kakak itu  menangis karena rumah mereka di Bali, di Aceh,  bahkan rumah dihati mereka saat ini telah  hancur oleh bom, bencana dan kerusakan moral.

upik kasian ...mak...upik kasian....upik cuma ingin membantu tetapi teriakan upik terlalu kecil dibanding dangan suara derasnya hujatan.

Upik takut bergaul dengan beberapa teman-teman upik disini  karena  kasar dan galak, mungkin mereka tidak pernah memiliki emak dan bapak seperti emak dan bapak upik, mereka tidak kenal dengan keluarga kita, kata mereka cerita tentang keluarga kita cuma bisa dimiliki oleh si Suneo dan upik tidak kenal siapa dia mak.

Kak Juwita dan Kak Nirmala pernah mencoba membatu tapi tongkat Kak Nirmala terlalu kecil dibanding dengan tongkat bendera sihir disini dan Kak Juwita tidak sanggup dan hampir putus asa karena murid nenek jahat siti sirik lebih banyak dan semakin banyak daripada murid Kak Juwita.

Mak pasti inget sama pak Dobleng juru masak istana yang pernah jadi murid nenek waktu belajar bikin kue, sejak kepergian Ratu Bidadari, pak dobleng sudah lama tidak membuat masakan enak buat kami karena beras dan bahan pangan tidak mampu lagi terbeli oya mak..upik juga mau kasih kabar sedih karena pak dobleng sekarang terbaring lemah dirumah sakit, kata Kak Oki muka nya rusak terbakar karena tabung gas yang dipakai oleh pak dobleng meledak.

Oh..iya Kak Oki si Bandel itu yang sering gangguin upik,  kak Oki dan Kak Bobo sekarang sedang berusaha mencari bantuan untuk mengatasi kesulitan seluruh keluaga kita disini.
Mak saat ini upik sangat sedih dan ketakutan, upik kangen sama kelembutan emak dan bapak… upik senang kalau emak dan bapak ada disini karena emak dan bapak pasti memiliki kebijakan dan kedamaian yang bisa menentramkan hati upik dan juga semua keluarga kita disini..

Peluk cium upik dan kak bobo untuk emak dan bapak

Wassalam
Salam Upik dan Kak Bobo

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus