HEAD TITLE

Bacalah dengan nurani yang bersih, menulislah dalam kejernihan hati dan fikiran lalu rangkailah persahabatan dengan cinta dan kasih sayang

Kami sangat berterima kasih jika anda berkenan meluangkan sedikit waktu untuk memberikan sekedar komentar

Copy Paste diizinkan, tapi jangal lupa mohon tampilkan source linkback-nya

Cari Blog Ini

Selasa, 26 Oktober 2010

BEGINILAH WEDHUS GEMBEL MERAPI MENGALIR

WEDHUS GEMBEL
MAMPU MENGALIR DENGAN KECEPATAN MENCAPAI 750 KM/JAM DENGAN PANAS DAPAT MENCAPAI 1000 C

Rabu, 22 September 2010

BODOHNYA BANGSA INDONESIA !!!

BANGSA INI SERING DINILAI "BODOH",  "MISKIN" BAHKAN "TERHINA" 

TERNYATA MEMILIKI PERMATA TERBESAR DI DUNIA.... !!!

HARTA KARUN YANG KATANYA TELAH "DICARI-CARI" SELAMA INI ... !!!
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TANPA ADA YANG MENYADARI ... !!!
HARTA KARUN MENJADI INCARAN NEGARA-NEGARA BESAR
HARTA KARUN YANG BISA MEMBAYAR HUTANG BANGSA
HARTA KARUN YANG BISA MENSEJAHTERAKAN RAKYATNYA MELEBIHI SAUDI ARABIA
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN KEBODOHAN DAN KETOLOLAN
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN KETIDAK PERDULIAN
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN KESERAKAHAN
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN KEZOLIMAN
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN RASA PUTUS ASA
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN AMARAH
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN KEBINGUNGAN
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN PERPECAHAN
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN ANARKI
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN BIROKRASI
HARTA KARUN YANG TERPENDAM DALAM TUMPUKAN MIMPI


BANGSA "MISKIN" YANG "TERHINA" INI TERNYATA MEMILIKI KALUNG PERMATA

UNTAIAN ZAMRUD KHATULISTIWA


THE BEAUTY OF INDONESIA























Living with the Ancestors
http://www.youtube.com/watch?v=X7MgfpjDbfM&feature=fvw















SUBHANA' ALLAH (سبحان الله)

SELAIN ITU SEMUA MASIH BANYAK LAGI
KEKAYAAN TERPENDAM  DI DEPAN MATA DAN HIDUNG  KITA

SADARILAH APA YANG KITA MILIKI ! 

AGAR RAKYAT NEGERI INI TIDAK "BODOH" LALU "MISKIN" LANTAS "MENDERITA" DAN AKHIRNYA "TERHINA" OLEH BANGSA LAIN

TERIMA KASIH UNTUK SELURUH KAKAK-KAKAK YANG TELAH BERSUSAH PAYAH MENDOKUMENTASIKAN SELURUH VIDEO KEKAYAAN INDONESIA DENGAN PENUH DEDIKASI YANG TINGGI YANG MENYADARI BAHWA BANGSA INI SEBENARNYA BUKAN BANGSA YANG "BODOH", "MISKIN" DAN "TERHINA"

SEMUA ITU TIDAK PERLU DEMO ANARKIS UNTUK MENYADARINYA
NAMUN CUKUP DENGAN 
SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN PERSATUAN

Daryl

Minggu, 19 September 2010

Bagaimana kita menuliskan NAMA yang benar untuk SANG PENCIPTA



Dalam penulisan diberbagai blog maupun website sering kali nama-NYA dituliskan dalam berbagai versi, penulisan yang tersering adalah :

  1. ALLAH. SWT
  2. ALLOH. SWT
  3. AWLOH. SWT
  4. ALAH. SWT
  5. ELAH
Menurut Anda mana yang benar ?

Jawaban berikut dikutip dari Blogsite : PUSTAKA LANGIT BIRU

Sebagian Muslim tidak mau menulis “Allah”, sebab katanya seperti tulisan yang dipakai oleh orang Nahrani. Maka mereka menulis “Alloh” (dengan memakai huruf “o”) untuk membedakan dari Nashrani.

Tapi disini ada sedikit catatan kritis:
  • Orang Nashrani membaca kata “Allah” dengan ucapan: A – l – a – h. (Disini tidak terdengar bunyi “o” dan huruf “l” tidak dibaca double).
  • Dalam ejaan Arab, tidak dikenal huruf vokal “o”. Yang ada ialah bunyi “a” atau fat-hah. Asma Allah disana ditulis “Allah”, meskipun membacanya: Alloh.
  • Dalam Injil berbahasa Arab pun, Allah ditulis dengan huruf yang sama persis dengan kita, yaitu: “Allah”. Kaum Nashrani Arab membacanya juga: Alloh (seperti kita).
  • Menurut EYD di Indonesia, tulisan yang disepakati memang “Allah”.
  • Bahkan, dalam literasi internasional, seperti bahasa Inggris, juga tertulis “Allah”, bukan “Alloh”.
Singkat kata, penulisan “Allah” itu sudah tepat, tidak perlu diubah. Tetapi pengucapannya tetap “Alloh”, bukan “Al-lah”, apalagi “A-lah”.

Kalau kita ganti menjadi tertulis “Alloh”, seakan kita mengalah terhadap cara penulisan orang Nashrani. Padahal kenyataannya, mereka meniru kita, bukan kita meniru mereka. Kalau kita mengalah, lalu menulis “Alloh”, nanti orang Nashrani akan merasa menang dan mampu mendesak kita ke pinggir. Padahal, Ummat Islam adalah pemegang “hak legal” atas segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah Ta’ala.

Islam adalah agama yang diridhai Allah Ta’ala. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah adalah Al Islam.” (Ali Imran: 19). Konsekuensinya, segala sesuatu yang berhubungan dengan syiar Asma Allah, Ummat Islam yang berhak memangkunya. Bukan ummat lain.

Di Indonesia sendiri, ada kenyataan negatif yang kita dapati sejak jaman dahulu. Kaum Nashrani sejak lama memakai istilah-istilah yang berbau Islam, misalnya: Jemaat, kalam kudus, roh kudus, al kitab, kotbah, Isa al masih, dsb. Padahal, dalam kitab Bible (baca: terjemahan Injil ke dalam bahasa Inggris dengan berbagai perubahan di dalamnya) tidak ada istilah-istilah itu.

Mengapa orang Nashrani di Indonesia memakai istilah-istilah Al Qur’an?

Alasannya sebagai berikut:

  1. Mereka ingin lebih mudah diterima oleh Ummat Islam Indonesia. Dengan memakai istilah-istilah yang tidak jauh berbeda, mereka berharap bisa lebih mudah masuk dalam kultur Ummat Islam di Indonesia.
  2. Mereka ingin meyakinkan kepada orang-orang Muslim yang kemudian masuk ke Nashrani, bahwa antara Islam dan Nashrani tidak terlalu banyak perbedaan. Buktinya –kata mereka- istilah yang dipakai mirip.
  3. Ketika kaum Nashrani gencar memakai istilah-istilah itu di berbagai kesempatan, mereka berharap istilah tersebut menjadi ciri khas mereka. Jika Ummat Islam kemudian memakainya, kaum Nashrani berharap Ummat Islam merasa asing dengan istilah itu.

Contoh paling nyata adalah tulisan “Allah”. Karena begitu gencarnya Nashrani memakai tulisan tersebut, meskipun mereka membacanya “A-lah”, Ummat Islam merasa tidak nyaman memakainya. Padahal sejatinya, kita yang awalnya memiliki istilah itu dan berhak sepenuhnya menggunakannya. Jika diumpamakan sebuah produk, kita yang memegang copy rights-nya. Orang lain kalau ingin memakai, dia harus permisi dulu, atau membayar royalty-nya.

Dalam Bible sendiri, istilah-istilah yang dipakai sangat berbeda, misalnya God, Father, Son, Angel, Marie, Jesus, dan sebagainya. Kalau kita meniru istilah-istilah itu, jelas keliru. Tetapi nyatanya, kita memakai istilah yang berasal dari Al Qur’an, sehingga tidak bisa disebut “meniru Nashrani”.

Masalah ini kelihatan sederhana, tetapi disini ada semantic war. Pemakaian istilah-istilah Qur’ani dalam agama Nashrani itu bukan perkara sepele. Biasanya hal ini dirumuskan oleh kaum orientalis yang tingkat keseriusan berpikirnya tinggi. Untuk rata-rata orang Nashrani Indonesia, mereka tidak memiliki kejelian setinggi itu. Saya mencurigai Snouck Hurgronje sebagai pelopor pemakaian kata-kata Qur’ani dalam peristilahan agama Nashrani di Indonesia.

Satu saran praktis yang bisa saya sampaikan. Kalau Anda menulis kata “Allah” sebaiknya ditambah dengan kata-kata lain yang diambil dari Asma’ul Husna. Hal itu akan menjadi pembeda tegas antara tulisan “Allah” menurut versi Islam, dan tulisan serupa menurut versi Nashrani. Istilah-istilah yang bisa dipakai, antara lain: Subhanahu Wa Ta’ala, Tabaraka Wa Ta’ala, Jalla Jalla Luhu, Jalla Sya’nuhu, ‘Azza Wa Jalla, Jalla Wa ‘Ala, dan sebagainya. Atau berupa Asma’ul Husna tunggal seperti: Al ‘Azhim, Al ‘Aziz, Al Ghafur, Ar Rahmaan, Al Karim, dan sebagainya. Orang Nashrani tidak akan memakai kata-kata Asma’ul Husna di atas, sebab ia sangat berlawanan dengan akidah mereka.

Semoga menjadi wawasan yang bermanfaat! Amin.

Kamis, 09 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri-1431 H

KAMI MENGUCAPKAN

Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, 
Mohon Maaf Lahir Batin
Selamat Hari Raya Idul Fitri-1431 H


 

Selasa, 07 September 2010

Heintje

Dulu tahun 60 para ortu dan Oma-Opa kita dulu belum kenal tuh yang namanya biduan cilik dari indonesia yang mereka tahu waktu itu namanya Heintje, dia ini penyanyi cilik kelahiran belanda yang miliki kemampuan vocal hingga 3 octav.

Heintje (Hendrik Nikolaas Theodoor Simons) lahir 12 August 1955 banyak membawakan lagu2 berbahasa German. saat Heintje ini tinggal di Belgia berganti nama jadi Hein Simon (http://members.chello.nl/akiers01/Hobby/heintje2.htm)


Di Indonesia Heintje ngetop di tahun akhir 60-an atau awal 70-an, melalui cassete dam filem sempat datang dan show di Indonesia.

Apakah ada orang tuamu yang penggemar suara Heintje waktu masih kecil ?

Kata mama suaranya yang bening bikin bulu kuduk berdiri...

Kalau Daryl senang lagu yang ini.....

Mama,
Du wirst doch nicht um deinen Jungen weinen.

Mama,
Bald wird das wieder uns vereinen
Ich werd es nie vergessen,
was ich an dir hab besessen,
das es auf Erden nur eine gibt
Die mich so heiß hat geliebt.

Mama,
und bringt das Schicksal uns nur Kummer und Schmerz
dann denk ich oft daranes weint für mich immer Mama dein Herz.....


MAMA (GERMAN VERSION)




OMA SO LIEB (Movie Version)

Senin, 06 September 2010

OPENING THEME FILM KLASIK TVRI

Bagi yang ingin bernostalgia dengan opening theme film-film TVRI era tahun 60-70

SPACE GIANT (GOLDA)


HAWAI FIVE-O

BONANZA

DAKTARI

I DREAM OF JEANNIE

THE LOONE RANGERS

VOYAGE TO THE BOTTOM OF THE SEA

THE WILD WILD WEST

THE SAINT

THE AVANGERS



STAR TREK

THE CHAMPIONS

THE BARON

THE MAN FROM U.N.C.L.E

THE PINK PANTHERS

LITTLE HOUSE ON THE PRAIRIE

LASSIE

MR. ED

FLIPPER

SPEEDY GONZALES

SINTARO

THE ADVENTURE OF RIN TIN TIN



EFEK LEIDENFROST

Efek Leidenfrost adalah pembentukan gas penghalang antara permukaan panas dan cairan mendidih jika perbedaan suhu cukup besar. Penghalang gas ini sangat memperlambat perpindahan panas antara dua dan memungkinkan cairan untuk bertahan lebih lama dan akibatnya permukaan panas tetap panas lagi. Efek ini dapat dilihat dalam wajan karena sedang dipanaskan. Pada awalnya air cepat mendidih seperti itu jatuh di tetapi pada suhu yang cukup panas efek Leidenfrost mengambil alih dan membuat berseluncur air di permukaan yang berlangsung sangat lama.

Video berikut memperlihatkan terjadinya efek tersebut apabila tangan tidak terluka bila hanya sesaat terkena/tercebur ke dalam nitrogen cair




PERHATIAN
(Percobaan dalam video ini terjadi dalam kondisi terkontrol dan dilakukan olah seorang ahli )